KONSEP DASAR EKONOMI SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

Sumberdaya alam Dalam Kerangka Pembangunan Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang bagaimana seseorang atau kelompok membuat keputusan dalam mendistribusikan  sumberdaya yang dimiliki, baik sumberdaya alam maupun bukan sumberdaya alam. Jadi tidak semata-mata studi tentang pembuatan keputusan bisnis dalam ekonomi kapitalism. Di samping itu juga menyediakan suatu set alat analisis  yang dapat digunakan untuk mempelajari berbagai suatu kondisi kelangkaan dimana di dalamnya terdapat berbagai tujuan. 

Sumberdaya alam adalah penyedia bahan baku dan energi untuk keperluan produksi dan konsumsi. Aktivitas produksi dan konsumsi juga menghasilkan residu yang tentunya akan kembali ke alam yang dapat berbentuk limbah atau degradasi sumberdaya alam dan lingkungan.  Pada gambar 1 panel (a) menunjukkan bahan baku yang digunakan dalam produksi dan konsumsi. Kajian tentang bagaimana memanfaatkan sumberdaya secara optimal untuk konsumsi dan produksi dibahas dalam ekonomi sumberdaya alam (natural resources economics). Sementara dampak dari aktivitas ekonomi terhadap lingkungan sebagaimana ditampilkan pada panel (b) dikaji dalam ekonomi lingkungan (environmental economics). Kehidupan manusia sangat tergantung pada keberadaan sumberdaya alam dan lingkungan. Ketergantungan ini ditunjukkan dengan besarnya kepentingan untuk memperoleh dan mempertahankan keberadaan sumberdaya alam yang ada dalam memenuhi kebutuhan.  Untuk itu manusia berusaha mengelola sumberdaya dengan sebaik mungkin agar memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Berbagai potensi sumberdaya alam baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui seperti sumberdaya hutan, ikan, energi, minyak, batubara, dan lain sebagainya sangat diperlukan bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia.

 Secara umum sumberdaya diartikan sebagai sesuatu yang dipandang memiliki nilai ekonomi atau kemampuan untuk memenuhi atau menangani sesuatu. Sumberdaya alam adalah faktor produksi dari alam yang digunakan untuk menyediakan barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi (Fauzi, 2004). Soerjani at al. (1982) mendefinisikan sumberdaya alam sebagai suatu sumberdaya yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya tanah, air dan perairan, biotis, udara dan ruang, mineral, bentang alam, panas bumi dan gas bumi, angin, pasang/surut arus laut.  Menurut Yakin (2004) sumberdaya alam adalah sumbangan bumi berupa benda hidup maupun benda mati yang bisa di eksploitasi oleh manusia sebagai sumber makanan, bahan mentah dan energi. Ilmu ekonomi sumberdaya alam didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari pengalokasian sumberdaya  alam seperti air, lahan, ikan, hutan (Fauzi, 2004).

 

Lingkungan hidup merupakan sesuatu yang mutlak dari kehidupan manusia (Darsono, 1994). Dari dalam aspek sejarah,  lingkungan dibagi dalam dua yaitu lingkungan sebelum manusia berada di bumi dan sesudah manusia. Lingkungan sebelum manusia berada di bumi dijelaskan bahwa awalnya bumi merupakan bola pijar yang panas yang kemudian mendingin. Setelah mengalami berbagai proses di atmosfer maka terbentuklah air sehingga di bumi ada kehidupan yang sederhana dalam bentuk molekul organik, antara lain mengandung zat hijau daun. Kehidupan berklorofil menyebabkan terjadinya proses fotosintesis di bumi. Terbentuknya ozon memungkinkan bumi berlindung dari sinar matahari sehingga berkembang kehidupan yang makin kompleks. Merupakan keagungan Tuhan menciptakan manusia. Semakin maju peradaban mausia mulai diperhatikan masalah lingkungan dan disadari bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari ikatan perlakuannya terhadap bumi untuk mempertahankan hidupnya.

Beberapa rumusan pengertian lingkungan seperti yang terdapat dalam Darsono (1994) :

1.          Menurut St. Munajat Danusahputra, Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk didalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi lingkungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.

2.          Menurut Emil Salim,  Lingkungan hidup diartikan sebagai segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.

3.          Dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup pada pasal 1 dijelaskan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Pendekatan ekonomi untuk isu lingkungan kontras dengan apakah mungkin dapat dikatakan moral approach.  Degradasi sumberdaya lingkungan pada masa yang akan datang merupakan hasil dari perilaku manusia yang tak bermoral, dimana mempunyai tipe perilaku yang merusak lingkungan. Untuk itu penting untuk meningkatkan moral masyarakat.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ilmu ekonomi lingkungan adalah aplikasi dari prinsip-prinsip ilmu ekonomi untuk mempelajari bagaimana mengelola sumberdaya lingkungan (Field dan Field, 2002)

Kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dengan tersedianya sumberdaya alam tidak sama dengan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dengan tersedianya barang sumberdaya alam yang dipakai dalam produksi. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan kenaikan terhadap penggunaan barang sumberdaya alam, berarti juga, mengurangi persediaan  sumberdaya alam karena barang sumberdaya alam diambil dari stock sumberdaya alam. Selanjutnya dengan peningkatan jumlah penduduk maka pemanfaatan barang sumberdaya alam melalui pertumbuhan ekonomi juga bertambah, stock sumberdaya alam makin berkurang dan meningkatkan pencemaran lingkungan. Dengan demikian dapat di katakan bahwa : terdapat dampak positif bagi kehidupan manusia melalui tersedianya barang dan jasa dalam perekonomian, sekaligus akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan menipisnya stock sumberdaya alam.

Ada banyak isu tentang sumberdaya alam yang dapat dikemukakan yaitu, 1) berapa lama dan dalam keadaan bagaimana kehidupan manusia dapat beralangsung terus di bumi dengan persediaan tertentu dari sumberdaya yang melekat di suatu tempat, yang dapat diperbaharuii tetapi dapat rusak serta terbatanya sistem lingkungan hidup, 2) lokasi persediaan sumberdaya alam yang diketahui, 3) adanya pengalaman sejarah mengenai pengurasan sumberdaya yang dapat diperbaharui dan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui, 4) kebijakan penggunaan sumberdaya alam pada masa lalu, dimana banyak tindakan yang tidak bijaksana, berpandangan jangka pendek, eksploitasi yang rakus terhadap sumberdaya alam, 5) tingkat pemahaman tentang peran dan pentingnya sumberdaya alam dan lingkungan sebagai faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi di masa lalu, 6) ketergantungan pada sumberdaya alam yang makin rendah kualitasnya dan lebih banyak energi dan biaya yang dibutuhkan, 7) makin buruknya keadaan lingkungan sebagai akibat kemiskinan yang berkelanjutan dan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan dan 8) peran mekanisme pasar atas penentuan bagaimana sumberdaya alam dikelola sepanjang waktu.

Beberapa pola pemanfaatan sumberdaya alam dapat teridentifikasikan sebagai berikut: 1) sumberdaya alam dihabiskan secara cepat dalam suatu periode dengan pertumbuhan yang cepat dan standar hidup yang tinggi diikuti kehancuran suatu sistem kehidupan secara cepat pula, 2) sumberdaya alam dimanfaatkan secara perlahan, pendapatan dan standar hidup rendah, tetapi pemanfaatan sumberdaya alam dalam jangka waktu yang lama, 3) sumberdaya alam dimanfaatkan secara cepat guna menciptakan kemampuan untuk menghasilkan sumberdaya alam yang renewable guna mengganti resources stock, sehingga produksi dalam perekonomian dapat terus berlangsung, 4) sumberdaya alam dihemat penggunaannya (conserved) dan dimanfaatkan sedikit demi sedikit, namun akan usang akibat penemuan baru dan 5) perubahan tekonologi serta substitusi sumberdaya renewable terhadap stock sumberdaya alam  akan dapat  memberikan kelangsungan pertumbuhan GNP, tetapi memburuknya lingkungan akan mengurangi kesejahteraan manusia.

Mengukur Kelangkaan Sumberdaya alam

Langka dalam pengertian ekonomi adalah keadaan dimana jumlah barang yang diminta lebih banyak daripada jumlah barang yang ditawarkan/tersedia. Dalam pasar persaingan sempurna menyebabkan harga barang yang bersangkutan akan meningkat. Langka sumberdaya berarti persediaan yang ada dihadapkan dengan jumlah konsumsi sumberdaya alam  pertahun untuk memperkirakan brapa lama lagi jumlah persediaan tersebut dapat dikonsumsi untuk menopang kehidupan manusia. Persediaan sumberdaya alam diartikan sebagai volume sumberdaya alam yang sudah diketahui dan dapat diambil dengan mendatangkan keuntungan pada tingkat biaya produksi dan tingkat harga tertentu. Untuk mengetahui langka tidaknya sumberdaya alam, ahli ekonomi menggunakan berbagai cara untuk mengukur kelangkaan tersebut, antara lain dengan melihat harga barang sumberdaya alam dan nilai sewa ekonomis, melihat satuan biaya produksi barang sumberdaya alam dan melihat royalti maupun elastisitas substitusi.

Teknik yang digunakan dalam pengukuran ketersediaan sumberdaya alam didasarkan atas kelompok sumberdaya alam itu sendiri. Untuk sumberdaya alam yang merupakan stok (sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui) dapat digunakan beberapa konsep pengukuran yaitu sumberdaya hipotetikal, spekulatif, cadangan kondisional dan cadangan terbukti. Sedangkan untuk jenis flow (sumberdaya yang dapat diperbaharui) pengukuran antara lain menggunakan teknik potensi maksimum sumberdaya, kapasitas lestari, kapasitas penyerapan, dan kapasitas daya dukung (Fauzi, 2004).

Kelangkaan sumberdaya alam terjadi karena terbatasnya sumberdaya alam sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan wilayah tertentu. Kelangkaan ini dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu kelangkaan absolut dan kelangkaan relatif. Indikator yang digunakan dalam mengukur kelangkaan sumberdaya menurut Tietenberrg dalam Yakin (2004) adalah Indikator fisik, harga sumberdaya, biaya pemakaian, biaya ektraksi marginal, dan biaya penemuan marginal. Sedangkan Hanley et al. dalam Fauzi (2004) menyarankan menggunakan pengukuran moneter dengan cara menghitung harga riil, unit cost, dan rente ekonomi sumberdaya. Tingginya harga barang mencerminkan kelangkaan dari sumberdaya tersebut. Pengukuran dengan unit cost didasarkan pada prinsip bahwa jika bahwa jika sumberdaya makin langkah biaya ektraksinya menjadi makin mahal. Peningkatan nilai scarcity rent menunjukkan tingkat kelangkaan sumberdaya alam.

Sumberdaya alam  adalah segala sesuatu yang ada di dalam dan di atas bumi yang bukan buatan manusia, ada yang telah diketahui dan ada yang belum diketahui. Sumberdaya alam yang belum diketahui dibedakan menjadi sumberdaya alam yang tidak dimengerti sama sekali dan yang secara hipotesis dan spekulatif diketahui.

 

 

Total Sumberdaya alam

 

Diketahui dan terbukti

Belum diketahui

Ekonomi

Persediaan Cadangan

SD hipotetis dan spekulatif

Tidak dimengerti

Sub Ekonomi

 

Bahan/Material tidak ekonomi

Ambang Potensi Ekonomi

Ambang Mineralogi barang-barang dibumi lainnya

 

Derajat jaminan geologi yang semakin tinggi


     

Dengan melihat pada gambar  maka dapat disimpulkan bahwa  semakin ke kiri letak sumberdaya alam, akan semaki tinggi derajat kepastian geologis sumberdaya alam dan semakin ke atas letak sumberdaya alam semakin tinggi kelayakan ekonominya. Pengukuran ekonomi terhadap kelangkaan sumberdaya alam dapat dibedakan menjadi :

  1. Pendekatan Biaya Produksi dari Bannet dan Morse. Hipotesis tentang kelangkaan sumberdaya alam, bahwa sumberdaya alam semakin langka bila: a) biaya riil per satuan output meningkat terus selama periode pengambilan, b) biaya komoditas yang diambil relatif lebih tinggi daripada biaya produksi komoditas lain dan c) harga komoditas yang diambil relatif lebih tinggi dari pada harga komoditas lain. Ada beberapa alasan mengapa sumberdaya alam tidak menjadi semakin langka, yaitu : 1) karena ada barang subtitusi dari sumberdaya alam yang diambil, 2) adanya penemuan baru dengan dipakainya metode eksplorasi baru, 3) ada peningkatan impor mineral dan metal dari negara lain, 4) peningkatan pengetahuan teknik yang berguna untuk eksplorasi, pengambilan dan pengangkatan sumberdaya alam secara masal dan menekan biaya satuannya, dan 5) ada kemungkinan daur ulang (recycling)
  2. Pendekatan harga barang sumberdaya alam, dimana dapat dilihat dari harga barang sumberdaya alam yang semakin meningkat, yang dilihat dari royalti atau rent sebagai indikator pengukurannya.

 

Klasifikasi Sumberdaya alam

Berdasarkan jenisnya, Yakin (2004) mengklasifikasikan sumberdaya menjadi tiga yaitu : (1) Sumberdaya yang tidak pernah habis (renewable perpectual resources) merupakan sumberdaya yang tersedia sepanjang waktu misalnya lahan pertanian, sinar matahari, angin dan gelombang, (2) Sumberdaya alam yang tidak bisa diperbaharui (non renewable resources)  merupakan sumberdaya yang men-supply energi seperti minyak, gas bumi, mineral, batu bara dan sebagainya, dan (3) Sumberdaya alam yang potensial untuk diperbaharui (potentially renewable resources). Fauzi, (2004) mengelompokkan sumberdaya menjadi dua kelompok  yaitu : pertama; kelompok stok yaitu sumberdaya yang dianggap memiliki cadangan yang terbatas sehingga eksploitasi terhadap sumberdaya tersebut akan menghabiskan cadangan sumberdaya. Termasuk kelompok ini antara lain sumberdaya mineral, logam, minyak dan gas bumi, dan kedua; Kelompok flow yaitu sumberdaya yang jumlah fisik dari sumberdaya berubah sepanjang waktu.  Jenis ini juga dikatakan sebagai sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dimana regenerasinya tergantung pada proses biologi dan ada juga yang tidak. Ikan dan hutan adalah contoh sumberdaya yang regenerasinya tergantung pada aspek biologi, sedangkan energi surya, gelombang paasang surut, angin, udara termasuk kelompok yang tidak tergantung pada proses biologi.

REFERENSI YANG DIANJURKAN

Darsono, V, 1994, Pengantar Ilmu Lingkungan,Universitas Atmajaya Yogyakarta, Yogyakarta.

Fauzi, A, 2004, Ekonomi Sumber daya Alam dan Lingkungan Teori dan Aplikasi , PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Field.B.C dan Field,.M.K, 2002,  Environmental Economics an Introduction, Mc. Graw-Hill. New York.

Yakin, A,2004, Ekonomi Sumber daya Alam dan Lingkungan Teori dan Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan, Akademika Presindo, Jakarta

Soejani. M, Rafig A, dan Rozi. M,1982, Lingkungan : Sumber daya Alam dan Kependudukan dalam Pembangunan, UI Press, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: