ANALISIS PERKEMBANGAN KOPERASI DI PROVINSI JAMBI PERIODE 1990-2004

Perkembangan Jenis Koperasi

Jenis koperasi biasanya dikelompokkan menjadi dua yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) dan non-KUD. Di Perovinsi Jambi pada tahun 1990 terdapat 281 KUD dengan jumlah anggota sebanyak 70.000 orang. Adapun non-KUD yang meliputi koperasi perikanan, peternakan, kerajinan, jasa simpan pinjam, koperasi sekolah/pemuda/mahasiswa, golongan fungsional lainnya dan pusat dan gabungan berjumlah 428 unit dengan jumlah anggota 41.453 orang (Kandepkop, 1991). Secara lebih rinci ditampilkan pada tabel 1.

Tabel 1. Banyaknya koperasi  menurut jenis dan anggota di Provinsi Jambi, 1990

No Jenis Koperasi Jumlah (unit) Anggota (orang)
1. Koperasi Unit Desa 280 70.000
2. Perkebunan Rakyat
3. Perikanan 2 190
4. Peternakan 1 54
5. Kerajinan 6 216
6. Jasa Simpan Pinjam 4 467
7. Koperasi Sekolah/Mahasiswa 7 557
8. Golongan Fungsional 317 30.195
9. Lainnya 86 9.509
10. Pusat dan Gabungan 5 265
  Jumlah 708 111.453

Sumber : Kandepkop, 1991

Penjenisan koperasi berdasarkan data terakhir dari Dinas Koperasi Provinsi Jambi pada tahun 2002, koperasi dikelompokkan menjadi Koperasi Unit Desa (KUD) dan Koperasi Perkotaan. KUD pada tahun 2002 berjumlah 298 unit dengan jumlah anggota sebanyak 69.737 orang yang tersebar pada 10 kabupaten/kota. Sedangkan koperasi perkotaan terdiri dari 24 jenis yang meliputi KPN, KSU, KSP dan lainnya berjumlah 1.134 unit dengan anggota sebanyak 134.464 orang yang juga tersebar di semua kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Tabel 2. Banyaknya koperasi  menurut jenis dan anggota di Provinsi Jambi, 2002

Tahun Non KUD KUD Koperasi
Unit Anggota Unit Anggota Unit Anggota
1998 725 93.245 290 101578 1015 194.823
1999 1.241 110.027 293 103854 1.534 213.881
2000 1.463 127.068 291 102.848 1.772 229.916
2001 1.518 134.464 298 69.737 1.816 132.525
2002 1.518 134.464 298 69.737 1.816 132.525

Sumber: BPS Provinsi Jambi, 2003

Beberapa Indikator Perkembangan Koperasi di Provinsi Jambi

Jumlah KUD dan non-KUD mengalami perubahan setiap tahunnya. Jumlah KUD mengalami fluktuasi selama periode  tahun 1990-1994, mengalami peningkatan pada tahun 1995. Pada tahun 1998 justru mengalami penurunan dan meningkat kembali pada tahun 1999.  Perkembangan KUD selama periode 1990-1999 rata-rata tumbuh sebesar 0,83 persen. Sementara itu, untuk non-KUD mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan rata-rata 14,03 persen selama periode yang sama. Secara total jumlah koperasi tumbuh sebesar 9,84 persen. Hal ini terlihat pada tabel 3.

 Tabel 3. Perkembangan Koperasi di Provinsi Jambi periode 1990-2004

Tahun

Jumlah

(Unit)

%

Anggota

(orang)

%

Modal

(Milyar)

%

Volume

Usaha

(Milyar)

%

SHU

(Milyar)

%

1990

     708

 111,453

      9,492

  17,245

  0,460

1991

     766

 8.19

 119,992

    7.66

  13,114

   38.16

  28,956

   67.91

  0,648

  40.87

1992

    831

  8.49

 134,564

  12.14

  17,465

   33.18

  38,678

   33.58

  1,220

  88.27

1993

     876

  5.42

 227,139

  68.80

    18,531

     6.10

  44,302

   14.54

  3,449

182.70

1994

    900

  2.74

 151,933

(33.11)

     27,255

   47.08

101,403

 128.89

  4,717

 36.76

1995

     942

  4.67

 173,796

  14.39

    39,117

   43.52

125,651

   23.91

  6,089

29.09

1996

     973

  3.29

 189,935

    9.29

116,641

 198.18

268,285

 113.52

17,415

186.01

1997

     933

(4.11)

 206,672

    8.81

128,719

 10.35

305,711

   13.95

20,009

14.90

1998

  1,015

 8.79

 194,853

(5.72)

110,007

  (14.54)

275,625

    (9.84)

5,211

(73.96)

1999

  1,508

48.57

 139,782

(28.26)

 79,750

  (27.50)

437,570

   58.76

10,080

  93.44

2000

  1,764

16.98

151,895

    8.67

   103,650

   29.97

430,460

    (1.62)

12,720

26.19

2001

  2,009

13.89

 208,663

  37.37

  224,250

 116.35

577,180

   34.08

14,890

  17.06

2002

 2,102

  4.63

265,601

  27.29

194,100

  (13.44)

676,640

   17.23

19,890

  33.58

2003

  2,266

  7.80

275,735

    3.82

247,000

   27.25

689,960

     1.97

20,290

    2.01

2004

2,392

  5.56

 282,595

    2.49

1,060,000

 329.15

908,500

   31.67

36,900

81.86

Rerata

 

  9.64

 

    9.54

 

   8.84

 

   7.75

 

   4.20

Sumber: BPS Provinsi Jambi, berbagai tahun terbitan

Perkembangan jumlah koperasi selama periode 1990-2004 mengalami fluktuasi dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 9,64 persen. Perkembangan yang cukup tinggi terjadi pada tahun 1999-2001 yaitu 48,57 persen, 16,98 persen dan 13,89 persen. Pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 1997, dimana jumlah koperasi mengalami penurunan sebesar 4,11 persen yaitu dari 973 unit di tahun 1996 menjadi 933 unit di tahun 1997. Dari sisi keanggotaan selama periode 1990-2004 mengalami pertumbuhan yang menurun pada tahun 1994 (33,11%), 1998 (5,72%) dan 1999 (28,26%). Pertumbuhan anggota yang tinggi terjadi pada tahun 1993 (68,80%). Secara rata-rata pertumbuhan keanggotaan koperasi selama periode 1990-2004 sebesar 9,54 persen.

Permodalan koperasi yang terdiri dari modal sendiri dan modal luar selama periode yang sama secara rata-rata tumbuh sebesar 8,84 persen per tahunnya. Dalam kaitan ini terdapat tahun-tahun dimana perkembangan permodalan koperasi tumbuh sangat tinggi yaitu 1996, 2001 dan 2004. Sementara tahun 1998-1999 dan 2002 adalah tahun-tahun dimana perkembangan permodalan koperasi justru mengalami penurunan sebesar 14,54,  27,50 dan 13,44 persen. Perkembangan volume usaha koperasi secara rata-rata tumbuh sebesar 7,75 persen, sedangkan sisa hasil usaha (SHU) koperasi secara rata-rata tumbuh sebesar 4,20 persen.

3. Analisis Korelasi Antara Jumlah Unit, Anggota, Permodalan, Volume Usaha Dengan Sisa Hasil Usaha Koperasi

Dengan menggunakan data pada tabel 3. maka dapat diketahui besaran tingkat korelasi antara jumlah unit, anggota, permodalan, volume usaha dengan sisa hasil usaha koperasi. Melalui penggunaan analisis korelasi Pearson, secara simultan didapat hasil perhitungan berikut :

Tabel 4. Hasil perhitungan korelasi Pearson

 

Unit

Anggota

Modal

Volume Usaha

Anggota 0.71      
Modal 0.69 0.65

Volume usaha 0.96 0.76 0.77

SHU 0.78 0.78 0.85

                   0.90

Sumber: Hasil olahan MS Excel

Dari perhitungan dapat dilihat bahwa korelasi antara pertambahan unit koperasi dengan jumlah anggota (71, 32%), peningkatan modal (68,84%) dan peningkatan SHU (78,34%) dan menunjukkan korelasi yang cukup. Korelasi antara pertumbuhan unit usaha dengan volume usaha memperlihatkan keterkaitan yang sangat kuat (96,16%), yang berarti bahwa adanya pertambahan unit kopersi berarti akan menumbuhkan pertambahan permodalan. Keterkaitan antara jumlah anggota dengan pertambahan modal sebesar 64,66 persen, peningkatan volume usaha sebesar 76,25 persen dan pertambahan  SHU sebesar 78,34 persen, masih dikategorikan cukup kuat. Selanjutnya hubungan antara modal koperasi dengan volume usaha (77,23%) dan SHU (84,64%), sedangkan hubungan antara volume usaha dengan SHU sebesar 89,95 persen.

Dari korelasi antar indikator koperasi ini, terlihat bahwa peningkatan volume usaha merupakan hal perlu diperhatikan lebih tinggi jika menginginkan peningkatan SHU pada koperasi. Hal ini tidak berarti bahwa indikator yang lain tidak perlu.

4. Analisis Pengaruh Antara Jumlah Unit, Anggota, Permodalan, Volume Usaha Dengan Sisa Hasil Usaha Koperasi

Dalam kaitan dengan melihat pengaruh jumlah jumlah unit, anggota, permodalan, volume usaha dengan sisa hasil usaha koperasi sebagai tolok ukur keberhasilan koperasi maka selama periode tahun 1990-2004 terlihat bahwa secara simultan jumlah unit, anggota, permodalan, volume usaha berpengaruh sebesar 94 persen dalam menghasilkan SHU yang diinginkan. Secara parsial maka anggota dan volume usaha memiliki pengaruh yang signifkan dalam menghasilkan SHU. Keberadaan anggota yang teridentifikasi dengan partisipasi anggota berpengaruh sebesar 1,24 persen terhadap SHU, yang berarti setiap penambahan 1 persen anggota koperasi akan meningkatkan SHU sebesar 1,24 persen. Sementara volume usaha memberikan pengaruh sebesar 1,09 persen, yang berarti peningkatan volume usaha sebesar 1 persen akan meningkatkan nilai SHU sebesar 1,09 persen. Untuk  unit koperasi dan modal memberikan nilai negatif yang berarti bahwa penurunan jumlah unit koperasi dan modal akan menurunkan juga nilai SHU yang dihasilkan, walaupun dalam hasil regresinya pengaruhnya tidak nyata atau non signifikan. Secara lebih rinci hasil perhitungan regresi berganda dapat dilihat pada tabel 5.

 Tabel 5. Hasil perhitungan Regresi berganda

Coefficients

Standard Error

t Stat

P-value

Intercept

(5.61)

2.09

(2.69)

0.02

Unit

(0.91)

0.49

(1.88)

0.09

Anggota

1.24

0.55

2.24

0.05

Modal

(0.05)

0.28

(0.18)

0.86

Volume Usaha

1.09

0.27

4.05

0.00

 

Multiple R

0.97

 
R Square

0.94

 
Adjusted R Square

0.92

 
Standard Error

0.16

 
Observations

15

 
F

41.24

 
Significance F

0.00

 

Sumber: Hasil olahan MS Excel

5. Analisis perbedaan jumlah unit, anggota, permodalan, volume usaha dengan sisa hasil usaha koperasi sebelum dengan sesudah krisis ekonomi

Selama periode sebelum krisis ekonomi yang di dilihat dalam periode tahun 1993-1996, terlihat perkembangan koperasi dari kelembagaannya meningkat sedengan rata-rata sebesar 3,57 persen. Jika dibandingkan dengan periode pemulihan ekonomi yang dimulai sejak tahun 2001 maka sampai dengan tahun 2004 rata-rata peningkatan jumlah koperasi sebesar 6,00 persen, maka dapat dikatakan periode pemulihan kondisi kelembagaan koperasi lebih baik.

Tabel 6. Jumlah unit koperasi sebelum dengan sesudah krisis ekonomi di Provinsi Jambi

Tahun

Jumlah Unit

%

Tahun

Jumlah Unit

%

1993

876

2001

2,009

1994

900

2.74

2002

2,102

4.63

1995

942

4.67

2003

2,266

7.80

1996

973

3.29

2004

2,392

5.56

Rerata

3.57

Rerata

6.00

Sumber: Data BPS, diolah

Dengan melihat pada perkembangan tersebut maka secara statistik melalui uji t-Test: Paired Two Sample for Means, juga terbukti adanya perbedaan yang signifikan dari perkembangan kelembagaan koperasi seblum krisis ekonomi dengan periode pemulihan ekonomi. Sebagaimana yang terlihat pada tabel 7.

Tabel 7. Hasil uji t-Test: Paired Two Sample for Means

 

Unit

Unit

Mean

2192.25

922.75

Variance

29021.58

1866.25

Observations

4

4

Pearson Correlation

0.99995

 
Hypothesized Mean Difference

1

 
df

3

 
t Stat

19.95124

 
P(T<=t) one-tail

0.000138

 
t Critical one-tail

2.353363

 
P(T<=t) two-tail

0.000275

 
t Critical two-tail

3.182446

 

Sumber: Hasil olahan MS Excel

Selama periode sebelum krisis ekonomi yang di dilihat dalam periode tahun 1993-1996, terlihat perkembangan koperasi dari jumlah anggota koperasi memperlihatkan penurunan dengan rata-rata sebesar 3.14 persen. Jika dibandingkan dengan periode pemulihan ekonomi yang dimulai sejak tahun 2001 maka sampai dengan tahun 2004 rata-rata peningkatan jumlah anggota koperasi sebesar 11,20 persen, maka dapat dikatakan periode pemulihan kondisi kelembagaan koperasi lebih baik.

Tabel 8. Jumlah Anggota koperasi sebelum dengan sesudah krisis ekonomi di Provinsi Jambi

Tahun Anggota % Tahun   Anggota %

1993

227,139  

2001

  208,663  

1994

151,933 (33.11)

2002

  265,601 27.29

1995

173,796  14.39

2003

  275,735   3.82

1996

189,935   9.29

2004

    82,595   2.49
Rerata    (3.14) Rerata     11.20

Sumber: Data BPS, diolah

Dengan melihat pada perkembangan tersebut maka secara statistik melalui uji t-Test: Paired Two Sample for Means, tidak terbukti adanya perbedaan yang signifikan dari perkembangan jumlah anggota koperasi sebelum krisis ekonomi dengan periode pemulihan ekonomi. Sebagaimana yang terlihat pada tabel 9.

 Tabel 9. Hasil uji t-Test: Paired Two Sample for Means

 

Anggota

Anggota

Mean

258148.5

185700.75

Variance

1137090270

1005680483

Observations

4

4

Pearson Correlation

-0.75062882

 
Hypothesized Mean Difference

1

 
df

3

 
t Stat

2.366678887

 
P(T<=t) one-tail

0.049400221

 
t Critical one-tail

2.353363435

 
P(T<=t) two-tail

0.098800443

 
t Critical two-tail

3.182446305

 

Sumber: Hasil olahan MS Excel

Selama periode sebelum krisis ekonomi yang di dilihat dalam periode tahun 1993-1996, terlihat perkembangan koperasi dari jumlah permodalan koperasi secara rata-rata meningkatsebesar 96,26 persen. Jika dibandingkan dengan periode pemulihan ekonomi yang dimulai sejak tahun 2001 maka sampai dengan tahun 2004 rata-rata peningkatan jumlah anggota koperasi sebesar 114,2 persen, maka dapat dikatakan periode pemulihan kondisi kelembagaan koperasi lebih baik.

Tabel 10. Jumlah modal koperasi sebelum dengan sesudah krisis ekonomi di Provinsi Jambi

Tahun Modal % Tahun Modal %

1993

  18,531,000,000  

2001

224,250,000,000  

1994

27,255,000,000   47.08

2002

194,100,000,000 (13.44)

1995

39,117,000,000 43.52

2003

 247,000,000,000   27.25

1996

116,641,000,000 198.18

2004

1,060,000,000,000 329.15
Rerata   96.26 Rerata   114.32

Sumber: Data BPS, diolah

Dengan melihat pada perkembangan tersebut secara rata-rata memperlihatkan perbedaan namun secara statistik melalui uji t-Test: Paired Two Sample for Means, terbukti adanya perbedaan namun tidak signifikan dari perkembangan jumlah permodalan koperasi sebelum krisis ekonomi dengan periode pemulihan ekonomi. Sebagaimana yang terlihat pada tabel 11.

Tabel 11. Hasil uji t-Test: Paired Two Sample for Means

 

Modal

Modal

Mean

4.31E+11

50386000000

Variance

1.76E+23

2.02217E+21

Observations

4

4

Pearson Correlation

0.985836

 
Hypothesized Mean Difference

1

 
df

3

 
t Stat

2.029511

 
P(T<=t) one-tail

0.067704

 
t Critical one-tail

2.353363

 
P(T<=t) two-tail

0.135408

 
t Critical two-tail

3.182446

 

Sumber: Hasil olahan MS Excel

Selama periode sebelum krisis ekonomi yang di dilihat dalam periode tahun 1993-1996, terlihat perkembangan koperasi dari jumlah volume usaha koperasi secara rata-rata meningkat sebesar 88,77 persen. Jika dibandingkan dengan periode pemulihan ekonomi yang dimulai sejak tahun 2001 maka sampai dengan tahun 2004 rata-rata peningkatan jumlah volume usaha koperasi hanya sebesar 31,67 persen, maka dapat dikatakan pada periode sebelum krisis ekonomi, volume  usaha  koperasi lebih baik.

Tabel 12. Jumlah volume usaha koperasi sebelum dengan sesudah krisis ekonomi di Provinsi Jambi

Tahun Volume Usaha % Tahun Volume Usaha %

1993

       44,302,000,000  

2001

     577,180,000,000  

1994

     101,403,000,000   128.89

2002

     676,640,000,000     17.23

1995

     125,651,000,000     23.91

2003

     689,960,000,000       1.97

1996

     268,285,000,000   113.52

2004

     908,500,000,000     31.67
Rerata       88.77 Rerata       31.67

Sumber: Data BPS, diolah

Dengan melihat pada perkembangan tersebut secara rata-rata memperlihatkan perbedaan namun secara statistik melalui uji t-Test: Paired Two Sample for Means, terbukti adanya perbedaan yang signifikan dari perkembangan jumlah volume usaha koperasi sebelum krisis ekonomi dengan periode pemulihan ekonomi. Sebagaimana yang terlihat pada tabel 13.

 Tabel 13. Hasil uji t-Test: Paired Two Sample for Means

 

Volume Usaha

Volume Usaha

Mean

7.1307E+11

1.3491E+11

Variance

1.95067E+22

9.06905E+21

Observations

4

4

Pearson Correlation

0.997765974

 
Hypothesized Mean Difference

1

 
df

3

 
t Stat

25.63975561

 
P(T<=t) one-tail

6.50618E-05

 
t Critical one-tail

2.353363435

 
P(T<=t) two-tail

0.000130124

 
t Critical two-tail

3.182446305

 

Sumber: Hasil olahan MS Excel

Selama periode sebelum krisis ekonomi yang di dilihat dalam periode tahun 1993-1996, terlihat perkembangan koperasi dari sisa hasil usaha (SHU) koperasi secara rata-rata meningkat sebesar 83,95 persen. Jika dibandingkan dengan periode pemulihan ekonomi yang dimulai sejak tahun 2001 maka sampai dengan tahun 2004 rata-rata peningkatan jumlah sisa hasil usaha (SHU) koperasi hanya sebesar 39,15 persen, maka dapat dikatakan pada periode sebelum krisis ekonomi, sisa hasil usaha (SHU)  koperasi lebih baik.

Tabel 14. Jumlah SHU koperasi sebelum dengan sesudah krisis ekonomi di Provinsi Jambi

Tahun SHU % Tahun SHU %

1993

   3,449,000,000  

2001

 14,890,000,000  

1994

   4,717,000,000     36.76

2002

 19,890,000,000     33.58

1995

   6,089,000,000     29.09

2003

 20,290,000,000       2.01

1996

 17,415,000,000   186.01

2004

 36,900,000,000     81.86
Rerata       83.95 Rerata       39.15

Sumber: Data BPS, diolah

Dengan melihat pada perkembangan tersebut secara rata-rata memperlihatkan perbedaan namun secara statistik melalui uji t-Test: Paired Two Sample for Means, terbukti adanya perbedaan yang signifikan dari perkembangan jumlah volume usaha koperasi sebelum krisis ekonomi dengan periode pemulihan ekonomi. Sebagaimana yang terlihat pada tabel 15.

Tabel 15. Hasil uji t-Test: Paired Two Sample for Means

 

SHU

SHU

Mean

2.3E+10

7917500000

Variance

9.2E+19

4.12522E+19

Observations

4

4

Pearson Correlation

0.991064

 
Hypothesized Mean Difference

1

 
df

3

 
t Stat

9.032246

 
P(T<=t) one-tail

0.001433

 
t Critical one-tail

2.353363

 
P(T<=t) two-tail

0.002866

 
t Critical two-tail

3.182446

 

Sumber: Hasil olahan MS Excel

6. Analisis Kontribusi Volume Usaha Dengan Sisa Hasil Usaha Koperasi Selama Periode 1990-2004

Dalam kaitan dengan analisis perkembangan koperasi, juga dapat dilihat dari peran atau kontribusi keberadaan koperasi dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selamperiode tahu 1990-2004, maka secara rata-rata terlihat bahwa kontribusi volume usaha koperasi di Provinsi Jambi hanya sebesar 9,82 persen atau dibawah 10 persen. Namun demikian nilai kontribusi pertahunnya menunjukkan peningkatan yang pesat terutama sejak tahun 1999-2004. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada koperasi cukup besar terutama setelah terjadinya  krisis ekonomi dipertengahan 1997.

Tabel 16. Jumlah Volume Usaha dan SHU koperasi  dan PDRB di Provinsi Jambi

Tahun

Volume Usaha

(Rp Juta)

SHU

(Rp Juta)

PDRB

((Rp Juta)

VU/PDRB

SHU/PDRB

(%)

1990

17,245

 460

1,865,292,000

       0.92

       0.02

1991

28,956

648

1,996,450,000

       1.45

       0.03

1992

38,678

1,220

2,120,197,000

       1.82

       0.06

1993

44,302

3,449

2,293,650,000

       1.93

       0.15

1994

101,403

4,717

2,592,124,000

       3.91

       0.18

1995

125,651

6,089

2,890,598,000

       4.35

       0.21

1996

268,285

17,415

3,146,811,000

       8.53

       0.55

1997

305,711

20,009

3,268,956,000

       9.35

       0.61

1998

275,625

5,211

3,091,528,000

       8.92

       0.17

1999

437,570

10,080

3,181,314,000

     13.75

       0.32

2000

430,460

12,720

3,247,338,000

     13.26

       0.39

2001

577,180

14,890

3,355,418,000

     17.20

       0.44

2002

676,640

19,890

3,515,566,000

     19.25

       0.57

2003

689,960

20,290

3,636,903,000

     18.97

       0.56

2004

908,500

36,900

3,826,105,000

     23.74

       0.96

Rerata

9.82

0.35

Sumber: Data BPS, diolah

Untuk kontribusi SHU dalam pembentukan PDRB masih sangat lemah, hanya sebesar 0,35 persen. Hal ini memberikan indikasi bahwa SHU koperasi masih belum dapat dianggap baik untuk mencerminkan keberhasilan koperasi dalam mensejahterakan anggotanya.

Referensi

Parmadi, 2009, Ekonomi Koperasi, bahan ajar, Fakultas Ekonomi UNJA, Jambi

Zulfanetti, Rahma Nurjanah dan Parmadi, 2004, Analisis Perkembangan Koperasi di Provinsi Jambi Periode 1990-2004, Laporan Penelitian FE UNJA, Jambi (tidak dipublikasikan)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: