EKONOMI POLITIK ; PRAKTIK RENT- SEEKING

Pemburu Rente

Kaum kapitalis yang mencoba menjalin hubungan dengan birokrasi dalam rangka untuk memperoleh keuntungan bisnis dapat disebut sebagai pemburu rente (rent-seeker).  Pada dasarnya pemburu rente adalah mencari dan mendapatkan peluang untuk menjadi penerima rente  yang diberikan oleh birokrasi dengan cara menyerahkan sumberdayanya, menawarkan proteksi atau memberikan wewenang tertentu yang diaturnya. Dalam pengertian ini, rente didefinisikan sebagai selisih antara nilai pasar dari suatu  “kebaikan hati” dari birokrasi dengan jumlah yang dibayar oleh penerima rente kepada birokrasi atau pemerintah dan atau secara pribadi kepada penolongnya di kelompok birokrasi. Apabila tidak membayar sama sekali, seluruh nilai pasar adalah rente atau lebih tepatnya disebut rente ekonomi.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Leave a comment »

KONSEP DASAR EKONOMI SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN

Sumberdaya alam Dalam Kerangka Pembangunan Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang bagaimana seseorang atau kelompok membuat keputusan dalam mendistribusikan  sumberdaya yang dimiliki, baik sumberdaya alam maupun bukan sumberdaya alam. Jadi tidak semata-mata studi tentang pembuatan keputusan bisnis dalam ekonomi kapitalism. Di samping itu juga menyediakan suatu set alat analisis  yang dapat digunakan untuk mempelajari berbagai suatu kondisi kelangkaan dimana di dalamnya terdapat berbagai tujuan. 

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM

Pengertian Konservasi

Konservasi adalah pengelolaan manusia atas pemanfaatan organisme atau ekosistem sedemikian rupa sehingga pemanfaatan atau pemakaian yang bersangkutan berkelanjutan. Di samping pemakaian berkelanjutan, pelestarian juga meliputi perlindungan, pemeliharaan, rehabilitasi, restorasi dan peningkatan populasi serta ekosistem. Konservasi sumberdaya alam diartikan sebagai pengelolaan sumberdaya alam  yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan bagi sumberdaya  terbarui menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya. Adapun tindakan konservasi adalah dengan melakukan perencanaan terhadap pengambilan sumberdaya alam  yaitu melalui pengambilan terbatas dan pencegahan pengurasan, eksploitasi sumberdaya alam  secara efisien dengan limbah sedikit mungkin, mengembangkan sumberdaya alam  alternatif/pengganti untuk substitusi, menggunakan unsur teknologi yang sesuai dalam mengeksploitasi sumberdaya alam  untuk menghemat penggunaan sumberdaya alam  dan tidak merusak lingkungan serta mengurangi, membatasi dan mengatasi pencemaran lingkungan. Umumnya pengambilan sumberdaya alam  dilakukan secara besar-besaran (deplisi), yang biasanya demi memenuhi kebutuhan akan bahan mentah.

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

HUBUNGAN PAJAK DENGAN ANGGARAN

Pendahuluan

Bagi seluruh perekonomian, tingkat produksi yang efisien terjadi pada 0X2 yaitu pada AR =MC. Seperti yang ditunjukkan pada kurva dengan struktur biaya menurun (lihat Mangkoesubroto, 2000, halaman 278)

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

SISTEM POLITIK DAN REZIM EKONOMI POLITIK

1. Rezim atau Sistem Politik

Rezim berasal dari kata regime yang berarti a form or system of government, a government power. Dengan pengertian ini, yang dimaksud dengan rezim sesungguhnya sama dengan pengertian sistem. Maka apa yang dimaksud dengan sistem politik sama artinya dengan rezim politik dan rezim ekonomi politik. Melalui pendekatan sosiologi politik, Maurice Duverger memberikan pengertian rezim politik sebagai lembaga politik yang secara hiostoris memiliki jenis tersendiri yang berbeda dari satu negara ke negara lain, mengembangkan struktur kelembagaan tersendiri dimana kehidupan politik itu terjadi. 

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

BISNIS DAN POLITIK: INTERAKSI NEGARA- MASYARAKAT DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN

 

1.   Tipologi proses kebijakan

Ada banyak pakar yang menawarkan bentuk dari proses kebijakan. Pertama, pembagian menurut Laswell yang membagi proses kebijakan menjadi tujuh tahap, yaitu intelligence, promotion, prescription, invocation, application, termination dan appraisal. Kedua, menurut Rose yang membaginya mejadi dua belas tahap, yaitu public recognittion of the need for a policy to exist, how issues are placed on the agenda of public controvercy, how demands are advanced, the form of government involved in policy-making, resources and constraints, policy decisions, what determines governmental choice, choice in its context, implementation, outputs, policy evaluation and feedback. Sementara itu, Jones membagi proses kebijakan menjadi sebelas tahap, yaitu persepsi, agregasi, organisasi, representasi, penyusunan agenda, formulasi, legitimasi, penganggaran, implementasi, evaluasi dan penyesuaian/ terminasi (Parsons, 1977 dalam Putra,  2001) .

Namun demikian pada dasarnya semua itu dapat dikelompokkan menjadi empat tahap, yaitu pertama, bagaimana masalah-masalah yang ada bisa masuk ke ruang pemerintah, kedua, tahap bagaimana pemerintah melakukan tindakan-tindakan konkret menyikapi masalah-masalah tersebut.

  Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

KONSEP POLITIK

Tujuan Instruksional khusus

Memberikan penjelasan mengenai konsep-konsep politik dengan pokok bahasan;1. Konsep dasar politik, 2. Negara, 3. Sistem politik, 4. Struktur politik, 5. Proses politik, 6. Budaya politik, 7. Elit  politik, 8. Stratifikasi politik dan 9. Pembangunan politik

Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »